Minggu, 27 April 2008

Jalan lingkar Mulai di Perbaiki

Jambi, AP- Perbaikan darurat jalan lingkar Jambi mulai dikerjakan. Kerusakan jalan berupa lubang–lubang sudah mulai ditutup dengan menggunakan batuan baik di lingkar barat maupun lingkar selatan
Ruas jalan lingkar kota Jambi terdiri dari lingkar timur, lingkar selatan, dan lingkar barat yang dibangun pada 1992. Jalan kelas IIIA tersebut didesain dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) 8 ton, umur rencana 5 tahun. Ruas jalan tersebut merupakan akses ke Terminal Bus kota Jambi, Pelabuhan Talang Duku dan Jembatan Batanghari II.
Bernhard Panjaitan menjelaskan, sesuai dengan perubahan struktur di Departemen Pekerjaan Umum (PU), mulai 2006 ruas jalan lingkar selatan masuk dalam pembinaan Subdin Praswil dan Tata Ruang (Bina Marga) yang sebelumnya dibawah pembinaan Subdin Perkotaan.
”Hingga sekarang penanganan hanya dilaksanakan dengan pemeliharaan atau pengembalian kondisi dengan penambahan perkerasan dan pemeliharaan rutin saluran, mulai tahun 2003 ruas jalan tersebut telah diprogramkan dalam SRIP ( Strategic Road Infrastucture Project-red) yang didanai oleh Bank Dunia,” ucap Bernhard
Program penanganan SRIP tersebut hingga kini masih dalam proses evaluasi terhadap desain. Bernhard berharap dengan masuknya program SRIP tersebut sepanjang ruas dari Simpang Rimbo – Simpang Belakang Bandara sepanjang 22,50 km, dapat ditingkatkan secara optimal dan menyeluruh pada tahun anggaran yang akan datang,
Menurut Bernhard, kerusakan jalan sebenarnya diakibatkan beberapa faktor antara lain, aspek desain. Jika jalan yang dilewati truk-truk bermuatan berat mestinya desain jalan dibuat sesuai dengan peruntukannya, seperti di jalan lingkar kota Jambi dengan MST 8 ton.
”Angka tersebut kalau kita ekuivalenkan dengan berat kendaraan sama dengan 21 ton, sedangkan yang melewati 50 ton, 50 ton itu kalau diekuivalenkan sekitar MST 16 ton, jadi dalam hal ini memang perlu kita tinjau untuk desain jalan–jalan yang dilewati kendaraan bertonase berat,” terang Bernhard.
Masalah lainnya yaitu dana, Bernhard menyebutkan, dana dikatakan juga menyebabkan kerusakan jalan, seperti jalan lingkar selatan sepanjang 22,50 km, tahun ini dialokasikan sebesar Rp. 950 juta sedangkan untuk merekontruksi jalan tersebut membutuhkan dana sebesar Rp. 100 miliar. Seperti telah disebutkan sebelumnya, dana tersebut direncanakan berasal dari program SRIP, t

”Tetapi sampai sekarang belum ada kepastian, sehingga diharapkan dari Pemerintah Pusat mengalokasikan dana APBN-P untuk menanggulangi kerusakan pada ruas jalan tersebut,” tutur Bernhard..dra

Tidak ada komentar: