Jambi, AP-Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi H Soewarno Surinta yang juga Ketua cabor Pertina Jambi, kemarin pagi melaporkan pemotongan dana insentip atlet sebesar 50 persen dari perlehan dana dari pemerintah Propinsi Jambi,ke gubenur Jambi.
Menurutnya insentif atlet merupakan hak atlet dan jerih payahnya selama bertanding untuk mengharumkan nama Propinsi Jambi, untuk itu wakil ketua DPRD meminta agar dana terserbut dikembalikan kepada atlet yang bersangkutan. Selain itu Soewarno akan mendatangkan tim audit Independent untuk menaudit dana terserbut
” Itu adalah hak atlet.jangan dipotong –potong, apalagi mereka atlet yang berperstasi,” Kata Sowarno.
Menurutnya, uang pemotongan tersebut dari bendahara langsung di berikan kepada ketua harian Koni. Hal ini tidak dibenarkan, apakah koni tidak memiliki rekening sendiri.Apalagi, yang diberikan kepada atlet berprestasi adalah uang dari APBD Provinsi Jambi.”bukan seharusnya dipotong tetapi, bagai mana seahrusnya mensejahterakan atlet di Jambi ini, “ katanya lagi.
Dalam pertemuan antara ketua harian Koni Jambi, Nasrun Arbain dan Soewarno Surinta, dan juga Gubenur Jambi, sempat memanas, terjadi adu argumen antara Soewarno Surinta dan Nasrun Arbain. Namun ketegangan itu tidak berlangsung lama, karena di tengahi oleh Gubernur Jambi yang juga Ketua umum Koni Jambi.
Sementara itu Ketua harian Koni Nasrun Arbain, mengatakan pemotongan insentif atlet sebesar 50 persen itu digunakan untuk pembinaan atlet –altet dan uangnya langsung di bagi kan ke cabor –cabor untuk membeli peralatan dan juga peningkatan prestasi para atlet.” Pemotongan itu untuk pembinaan atlet. Dan pemotongan itu sudah ada persetujuan dari para atlet dan sudah dirapatkan,”katanya.dra
Menurutnya insentif atlet merupakan hak atlet dan jerih payahnya selama bertanding untuk mengharumkan nama Propinsi Jambi, untuk itu wakil ketua DPRD meminta agar dana terserbut dikembalikan kepada atlet yang bersangkutan. Selain itu Soewarno akan mendatangkan tim audit Independent untuk menaudit dana terserbut
” Itu adalah hak atlet.jangan dipotong –potong, apalagi mereka atlet yang berperstasi,” Kata Sowarno.
Menurutnya, uang pemotongan tersebut dari bendahara langsung di berikan kepada ketua harian Koni. Hal ini tidak dibenarkan, apakah koni tidak memiliki rekening sendiri.Apalagi, yang diberikan kepada atlet berprestasi adalah uang dari APBD Provinsi Jambi.”bukan seharusnya dipotong tetapi, bagai mana seahrusnya mensejahterakan atlet di Jambi ini, “ katanya lagi.
Dalam pertemuan antara ketua harian Koni Jambi, Nasrun Arbain dan Soewarno Surinta, dan juga Gubenur Jambi, sempat memanas, terjadi adu argumen antara Soewarno Surinta dan Nasrun Arbain. Namun ketegangan itu tidak berlangsung lama, karena di tengahi oleh Gubernur Jambi yang juga Ketua umum Koni Jambi.
Sementara itu Ketua harian Koni Nasrun Arbain, mengatakan pemotongan insentif atlet sebesar 50 persen itu digunakan untuk pembinaan atlet –altet dan uangnya langsung di bagi kan ke cabor –cabor untuk membeli peralatan dan juga peningkatan prestasi para atlet.” Pemotongan itu untuk pembinaan atlet. Dan pemotongan itu sudah ada persetujuan dari para atlet dan sudah dirapatkan,”katanya.dra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar