Selasa, 22 April 2008

Bulog Jamin Raskin Aman Dikonsumsi

Jambi, AP- Perum Bulog menjamin bahwa beras miskin (raskin) yang disalurkan kepada rumah tangga miskin (RTM) aman dan layak untuk dikonsumsi.
"Raskin terus kami kontrol sehingga kalau ada keluhan-keluhan di sana-sini karena kualitas yang kurang baik, kami minta supaya direproses," kata Dirut Perum Bulog, Mustafa Abubakar di Gedung Utama Depkeu Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, kalaupun raskin dimaksud sudah terlanjur diterima oleh RTM maka dapat dikembalikan kepada Bulog melalui pemerintah daerah. "Bulog siap mengganti raskin dimaksud sehingga yang dikonsumsi RTM benar-benar aman," katanya.

Menanggapi adanya berita satu keluarga RTM keracunan raskin di Bau-bau Sulawesi Tengah, Mustafa mengatakan, segera setelah ada berita itu pihaknya melakukan investigasi.

"Klarifikasi dan konfirmasi dari kelurahan dan rumah sakit setempat menyebutkan bahwa keracunan itu bukan karena raskin. Kelurahan juga memberi konfirmasi bahwa raskin yang selama ini disalurkan berkualitas baik dan layak dikonsumsi," katanya.

Walikota Bau-bau, lanjut Mustofa, juga memberikan konfirmasi bahwa kasus keracunan di wilayahnya bukan karena raskin.
Selama Januari hingga April 2008, kata Mustofa, juga tidak ada pihak-pihak yang mengeluh berkaitan dengan kualitas raskin yang disalurkan.

"Kalau ada yang keracunan, mestinya dalam satu lingkungan yang terdapat sekitar 1.900 jiwa keluarga miskin yang menerima raskin mestinya juga terkena serangan, tapi ternyata hanya satu keluarga yang teridir dari 3 orang," kata Mustafa.
Ia menyebutkan, masalah raskin sangat sensitif sehingga pihaknya menjaga agar tidak muncul salah pengertian dari masyarakat bahwa seakan-akan raskin adalah beras yang tidak layak dikonsumsi.

"Investigasi terhadap masalah ini masih terus dilakukan bersama pihak kepolisian dan dinas kesehatan dalam koordinasi pemda setempat," katanya.
Menurut dia, pihaknya juga meneliti apakah ada unsur kesengajaan dari pihak lain yang akan mengacaukan suasana dengan memasukkan komponen lain dalam raskin yang menyebabkan gangguan kesehatan.

"Kami belum bisa menyimpulkan adanya upaya itu, beri waktu kepada pemda untuk melakukan penelusuran apakah ada unsur itu atau tidak," katanya. dra

Tidak ada komentar: