Selasa, 22 April 2008

Aset Negara Bukan Solusi Mengatasi Defisit APBN

Usman Ermulan : Pemerintah Jangan Berbuat Bodoh dengan Menjual PT Krakatau Steel

Jambi, AP – Gencarnya upaya pemerintah pusat untuk menjual asset negara, seperti PT Semen Padang, dan terakhir pemerintah pusat berencana akan menjual PT Krakatau Steel, menurut Usman Ermulan, mantan anggota DPR-RI Komisi IX, tindakan tersebut salah satu bentuk ketidak mampuan pemerintah pusat, mencari sumber pendanaan lain, untuk menutupi beban anggaran belanja negara.

Menurutnya, kebiasaan menjual asset negara, adalah langkah mundur bagi pemerintah pusat. Hal ini diungkapnnya dengan alasan, bahwa pemerintah tidak semestinya menjual asset, namun harus mencari sumber pendanaan lain.

‘’Negara kita memiliki sumber daya alam yang banyak, mengapa sumber daya alam tersebut tidak dikelola dengan baik, sehingga mendatangkan penghasilan ke kas negara’’ujarnya.
Selama ini, dia menilai, pemerintah pusat belum bisa memaksimalkan potensi alam yang ada, sehingga potensi yang seharusnya bisa digarap dengan baik, ternyata belum tergarap, bahkan terlantar.

‘’Jika ditemukan ketimpangan dalam managemen dan kesalahan penangannan asset, dalam sebuah BUMN, tidak perlu hal itu dijadikan alasan untuk menjualnya, sehingga ini akan menjadi kebiasaan’’jelasnya.

Diakuinya, ketika masih anggota Komisi IX DPR-RI, pemerintah pusat pernah mengajukan rencana akan menjual sebagian besar saham PT Semen Padang. Rencana tersebut berhasil digagalkan, karena banyak kalangan yang menentang dan menilai penjualan saham PT Semen Padang, sebuah tindakan ceroboh.

‘’Ketika pemerintah melalui Menteri BUMN Tanri Abeng, mengusulkan akan menjual PT Semen Padang, saya tolak, karena saya nilai penjualan PT Semen Padang, merupakan tindakan bodoh. Kala itu, saya usulkan agar dilakukan pembenahan managemen di dalam perusahaan’’urainya.

Buktinya kata Usman Ermulan, saat ini PT Semen Padang, mampu membenahi managemen, dan menjalankan roda perusahaan dengan baik.

Kilas balik itu disampaikannya, agar bisa dijadikan contoh, bahwa penjualan asset negara, sangat merugikan negara, dan ke depan hal itu akan semakin memperbodoh pejabat.

Kerugian negara yang dimaksud, salah satunya soal tenaga kerja. Dipastikan, jika investor asing menguasai BUMN, jelas tenaga kerja yang dipekerjakan di perusahaan tersebut akan banyak didominasi pekerja asing. Belum lagi, dengan berkurangnya pemasukan negara, dari hasil usaha perusahaan, yang sebagian tentunya mengalir ke kantong pemegang saham terbesar.

‘’Penjualan PT Indosat saja, suatu bentuk penjualan informasi ke luar negeri, dan ini sangat buruk bagi kita. Kalaupun pemerintah berencana akan kembali membeli PT Indosat, tentunya akan menelan biaya lebih besar lagi, bahkan kecil kemungkinan pemerintah mampu membelinya kembali’’jelasnya lagi.

Untuk itu dia berharap, pemerintah pusat jangan mengulangi kesalahan yang sama, dengan menjual PT Krakatau Steel, kepihak asing. ‘’Perbaiki saja managemen perusahaan tersebut, dan lakukan efesiensi serta efektfitas kerja di perusahaan. Jika itu dilakukan, maka kita tidak perlu lagi berpikir menjual’’tegasnya. (dim)

Tidak ada komentar: