Jambi, AP - Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin menjelaskan, pembalakan liar (ilegal logging) di Jambi kini sudah nyaris tidak ada lagi setelah aparat keamanan khususnya TNI/POLRI menggelar razia habis-habisan. "Sudah nyaris tidak ada lagi ilegal logging di Jambi," kata Zulkifli dihadapan Menteri Kehutanan MS Ka`ban ketika bertatap muka dengan komunitas Suku Anak Dalam atau Orang Rimba (dikenal Suku Kubu) di Desa Air Hutam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Sabtu. Desa Air Hitam merupakan desa yang berhadapan langsung dengan Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) yang menjadi tempat habitat Orang Rimba sejak ratusan tahun lalu. Ia menjelaskan, beberapa tahun lalu ilegal logging cukup marak di Jambi terutama di empat taman nasional yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), TNBD, dan Taman Nasional Berbak (TNB).
Saat itu pembalakan liar cukup sulit ditangani terutama di TNB Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pantai timur Jambi, karena berbatasan dengan wilayah Sumatera Selatan (Sumsel). Hasil tebangan kayu di TNB sebagian besar di bawa ke Sumsel, sementara pembalakan lir di TNBD dimodali para cukong besar dari Palembang.
Menurunnya, aktivitas ilegal logging dan berkurangnya produksi kayu di Jambi, kata Zulkifli juga berdampak terhadap ambruknya sejumlah industri perkayuan sehingga menambah angka pengangguran. Industri kayu lapis yang tutup akibat ketiadaan bahan baku kayu log menyebabkan hampir 30.000 karyawan/buruh kehilangan pekerjaan atau terkena pemutusan hubungkan kerja (PHK).
Untuk mengatasi itu, Pemprov Jambi mengambil langkah mengembangkan budidaya ikan patin keramba di Sungai Batanghari dan kolam sebagai usaha para pekerja terkena PHK. Saat ini juga sedang memprogramkan hutan tanaman rakyat (HTR) seluas 82.000 ha di lima kabupaten (Tebo, Sarolangun, Batanghari, Muarojambi, dan Tanjung Jabung Timur).
Lahan seluas 41.000 ha HTR diperoleh dari areal hutan tanaman industri (HTI) sengon yang disumbangkan PT Wira Karya Sakti (WKS), sisanya dari eks HPH yang tidak produktif. HTR itu akan ditanami tanaman kayu jelutung dan meranti. Hasilnya nanti untuk petani, masyarakat sekitar hutan, serta sebagian untuk Orang Rimba.(dim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar