Sepuluh Mahasiswa dan Masyarakat Babak Belur
Jambi, AP – Puluhan mahasiswa dan masyarakat, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Anti Korupsi ( Alammak) Batanghari, kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, terlibat bentrok dengan petugas kantor Kejaksaan Tinggi Jambi.
Bentrok, yang menelan korban sepuluh mahasiswa dan masyarakat itu, terjadi, saat mereka melakukan aksi unjuk rasa ke Kajati, guna menuntut Kejaksaan Tinggi Jambi, agar mengusut kasus korupsi di Kabupaten Batanghari.
Aksi yang sejak awal, berlangsung keras itu, berujung bentrok, setelah pendemo, melakukan pertemuan di ruangan lobi Kejati. Setelah pertemuan, Asintel Kajati, Chairul Amin, SH, menanyakan izin demo.
Menanggapi pertanyaan itu, massa pendemo, mengaku telah melapor ke polisi. Namun demikian, entah sebabnya, Asintel langsung berdiri. Spontan saja, petugas kamdal kejati yang ada saat itu, terpancing.
Belasan petugas kamdal, langsung mahasiswa dan masyarakat yang berada di ruangan tersebut. Bentrok tak dihindari, massa pedemo berusaha melakuka perlawanan, namun kalah kekuatan, mereka berlarian ke luar gedung.
Akibat kejadian itu, sepuluh massa pedemo, sempat dipukul oknum petugas kejaksaan. Setelah keluar ruangan, korban langsung ke rumah sakit umum untuk melakukan visum, setelah itu mereka melapor ke Polda Jambi.
‘’Kami sangat menyayangkan sikap brutal itu, karena kami kesini hanya menyampaikan aspirasi, agar Jambi, bisa terselematkan dari tindakan tak baik’’ujar Okta, korlap aksi.
Menurut dia, aksi tersebut dilakukan karena, selama ini praktek tak baik dalam pemerintahan di Kabupaten Batanghari, belum terjamah oleh petugas kejaksaan.
‘’Kami minta kasus pemukula ini ditindak lanjuti sampai tuntas, dan ini akan kami laporkan ke Kajagung’’tegasnya.
Sampai berita ini ditulis, puluhan mahasiswa sedang melapor ke piket jaga Polda Jambi. (don/dra/dey)
Jambi, AP – Puluhan mahasiswa dan masyarakat, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Anti Korupsi ( Alammak) Batanghari, kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, terlibat bentrok dengan petugas kantor Kejaksaan Tinggi Jambi.
Bentrok, yang menelan korban sepuluh mahasiswa dan masyarakat itu, terjadi, saat mereka melakukan aksi unjuk rasa ke Kajati, guna menuntut Kejaksaan Tinggi Jambi, agar mengusut kasus korupsi di Kabupaten Batanghari.
Aksi yang sejak awal, berlangsung keras itu, berujung bentrok, setelah pendemo, melakukan pertemuan di ruangan lobi Kejati. Setelah pertemuan, Asintel Kajati, Chairul Amin, SH, menanyakan izin demo.
Menanggapi pertanyaan itu, massa pendemo, mengaku telah melapor ke polisi. Namun demikian, entah sebabnya, Asintel langsung berdiri. Spontan saja, petugas kamdal kejati yang ada saat itu, terpancing.
Belasan petugas kamdal, langsung mahasiswa dan masyarakat yang berada di ruangan tersebut. Bentrok tak dihindari, massa pedemo berusaha melakuka perlawanan, namun kalah kekuatan, mereka berlarian ke luar gedung.
Akibat kejadian itu, sepuluh massa pedemo, sempat dipukul oknum petugas kejaksaan. Setelah keluar ruangan, korban langsung ke rumah sakit umum untuk melakukan visum, setelah itu mereka melapor ke Polda Jambi.
‘’Kami sangat menyayangkan sikap brutal itu, karena kami kesini hanya menyampaikan aspirasi, agar Jambi, bisa terselematkan dari tindakan tak baik’’ujar Okta, korlap aksi.
Menurut dia, aksi tersebut dilakukan karena, selama ini praktek tak baik dalam pemerintahan di Kabupaten Batanghari, belum terjamah oleh petugas kejaksaan.
‘’Kami minta kasus pemukula ini ditindak lanjuti sampai tuntas, dan ini akan kami laporkan ke Kajagung’’tegasnya.
Sampai berita ini ditulis, puluhan mahasiswa sedang melapor ke piket jaga Polda Jambi. (don/dra/dey)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar