Ketua Organda Kota Jambi, Anas Muchtar di Jambi, Selasa mengatakan, rencana pemerintah menaikkan harga BBM jelas akan membuat usaha angkutan kota kian terpuruk, dan para supir angkutan kota itu sudah merencakan untuk menggelar aksi mogok.
Organda Jambi berupaya meredam aksi tersebut, dan memperjuangkan kenaikan tarif Angkot jika harga BBM benar-benar diberlakukan pemerintah. Aksi mogok jelas tidak akan menyelesaikan masalah, justru merugikan baik supir atau pemilik Angkot, karena pada hari tersebut mereka tidak dapat uang untuk menafkahi keluarganya.
Organda bersama instansi terkait serius membahas rencana menaikkan tarif Angkot, mengimbangi kenaikan harga BBM untuk premium dari Rp4.500/liter menjadi Rp6.000/liter, dan solar dari Rp4.300/liter menjadi Rp5.000/liter. Organda mengusulkan kenaikan tarif Angkot dari Rp2.000 menjadi Rp2.500 untuk umum dan dari Rp1.000 menjadi Rp1.500 untuk anak sekolah. Di Kota Jambi terdapat 1.038 Angkot dari 14 perusahaan, kini yang beroperasi kurang setengah dari jumlah tersebut atau paling banyak 500 kendaraan. dra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar