Kamis, 13 November 2008

Jambi Jual Emisi Karbon Ke Australia dan Inggris

Jambi, AP- Pihak Inggris dan Australia telah mneyatakan minatnya untuk membeli emisi karbon yang dihasilkan dari hutan yang ada di Provinsi Jambi. Nilainya pun tidak tanggung-tanggung, yakni seharga 20 Dolar Amerika per ton selama satu tahun.

Keinginan itu dituangkan dalam penandatanganan perjanjian kerjasama antara Gubernur Jambi dan 10 Bupati dan Walikota se-Provinsi jambi dengan pihak Non Goverment Organitation (NGO) asal kedua Negara tersebut, yakni dari Inggris diwakili Peter N Kene dan Australia diwakili Charles B Sackson., di Kantor Gubernur Jambi, Rabu (12/11).

Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, kepada wartawan mengemukakan, di Provinsi Jambi saat ini memiliki sedikitnya 200 ribu hektare dan setiap hektarenya dapat menghasilkan 200 – 300 ton emisi karbon.

“Uang hasil penjualan ini tentu saja dapat memicu kita untuk melestarikan hutan, karena dapat merubah pikiran tidak hanya dengan melakukan pembabatan atau perambhan, tapi dengan melestarikan hutan juga bisa mendatangkan uang”, kata Zulkifli.

Menurut gubernur, uang ini nanti akan dibagi-bagikan kepada masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan. Dengan demikian, masyarakat yang Selma ini biasanya mengandalkan kawasan hutan untuk hidup dengan melakukan pembalakan liar dan perambahan, kini bisa diajak terlibat langsung menanam dan menjaga kawasan hutan di daerahnya.

“Ini merupakan tahap awal dan dimungkinkan kedepan masih banyak Negara lain yang akan melakukan hal serupa”, katanya.

Sementara itu, Bupati Tanjungjabung Timur Abdullah Hich, menyatakan sangat gembira dengan adanya langkah ini, karena akan dapat lebih gampang lagi menjaga kelestarian hutan, sebab langsung melibatkan masyarakat, hasilnya pun untuk masyarakat sendiri.

“Di daerah kami memiliki sekitar 32 ribu hectare. Jumlah tersebut akan bertambah setelah adanya upaya pembangunan hutan bakau seluas 30 ribu hectare atas bantuan dana dari pemerintah Jepang”, ujar Hich.

Senada dengan itu disampaikan pula oleh Mucktar Muis, Wakil Bupati Muarojambi, jika pihaknya sangat menyambut baik, sebab masyarakat yang hidup di kawasan hutan bisa mengandalkan hidup melalui dana hasil penjualan karbon tersebut.

“Di daerah kabupaten Muarojambi memiliki sekitar 40 ribu hektare kawasan hutan yang dapat menghasilkan emisi karbon”, ujarnya.dra

Tidak ada komentar: