Philip : Bukan Type Tim MR yang Radikal
Jambi, AP—Jelang pilkada putaran kedua Bupati Kerinci yang kan digelar awal Desember, mulai memanas, hal tersebut terlihat dari adanya teror Sort Massage Service (SMS) yang ditujukan kepada anggota KPUD Kerinci. Ancaman itu berkaitan dengan belum adanya kepastian apakah masyarakat Kota Sungai Penuh bisa memilih atau tidak. Keraguan itu terkait telah diresmikannya Kota Otonom Sungai Penuh dan dilantiknya Masril sebagai penjabat Wali Kota oleh Mendagri Mardyanto atas nama Presiden RI Sabtu (8/11) di Sungai Penuh. Ancaman melalui SMS ditujukan kepada anggota KPUD Kerinci, dari sekelompok orang mengatasnama tim pasangan MR. Isinya berupa ancaman pembakaran rumah masing-masing anggota KPUD. SMS gelap dikirim dua kali. SMS pertama berbunyi ‘Diumumkan kepada tim dan pendukung MR, KPU Kerinci telah menentapkan Kota Sungai Penuh Tetap Memilih Pada Putaran Kedua, kita atur rencana kita.’ SMS ke dua masuk ke Hp Ketua KPU Puadi ‘Wo.. Kami sudah sepakat menghanguskan rumah ketua dan anggota KPU, Kalau ada yang perlu diselamatkan, Ungsikan dulu, saya mengingatkan saja. Kami menunggu waktu yang tepat.
Jambi, AP—Jelang pilkada putaran kedua Bupati Kerinci yang kan digelar awal Desember, mulai memanas, hal tersebut terlihat dari adanya teror Sort Massage Service (SMS) yang ditujukan kepada anggota KPUD Kerinci. Ancaman itu berkaitan dengan belum adanya kepastian apakah masyarakat Kota Sungai Penuh bisa memilih atau tidak. Keraguan itu terkait telah diresmikannya Kota Otonom Sungai Penuh dan dilantiknya Masril sebagai penjabat Wali Kota oleh Mendagri Mardyanto atas nama Presiden RI Sabtu (8/11) di Sungai Penuh. Ancaman melalui SMS ditujukan kepada anggota KPUD Kerinci, dari sekelompok orang mengatasnama tim pasangan MR. Isinya berupa ancaman pembakaran rumah masing-masing anggota KPUD. SMS gelap dikirim dua kali. SMS pertama berbunyi ‘Diumumkan kepada tim dan pendukung MR, KPU Kerinci telah menentapkan Kota Sungai Penuh Tetap Memilih Pada Putaran Kedua, kita atur rencana kita.’ SMS ke dua masuk ke Hp Ketua KPU Puadi ‘Wo.. Kami sudah sepakat menghanguskan rumah ketua dan anggota KPU, Kalau ada yang perlu diselamatkan, Ungsikan dulu, saya mengingatkan saja. Kami menunggu waktu yang tepat.
Anggota KPUD Kerinci Ivan Fauzani Raharja SH, MH di Sungai Penuh, Senin (10/11) menyebutkan ke dua SMS gelap itu diterima ketua dan seluruh anggota KPUD sekitar dua hari lalu dari nomor 085266916875. ”Kami menerima sms ini sekitar dua hari lalu dan telah kita laporkan ke polisi,” sebutnya. Dikatakannya KPUD tetap berpegang teguh pada peraturan yang berlaku. KPUD tidak gentar mendapat ancaman tersebut. Undang-undang pemekaran mengatur tentang wilayah dan tidak mengatur tentang mata pilih apalagi peraturan pemerintah (PP)-nya belum keluar. “Kita semua berharap tidak terjadi kericuhan pada Pilkada nanti. Kami akan mengkonfirmasikan ke pihak MR soal SMS gelap itu,” tegas Ivan.
Salah seorang Dewan Pembina Mahasiswa Tanah Sekudung Jambi, Ir Radium Halis yang didampingi Palmizal, SPd mengatakan teror SMS yang mengatasnamakan pihak MR adalah upaya-upaya pembunuhan character (assassin) H. Murasman yang popularitas dan dukungan dari masyarakat Kerinci terus meningkat dan berpeluang besar untuk memenangi pilkada Kerinci, sehingga dilakukan upaya yang tidak terpuji tersebut.
“Kami melihat itu teror SMS itu bukan type tim MR, kami sejak awal kampanye putaran pertama sampai hari ini selalu santun dan tidak ada yang radikal, kami melihat itu upaya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk membunuh character MR dan kami berharap seluruh rakyat Kerinci untuk tidak terpancing dengan isu seperti itu,” ungkap Radium Halis yang akrab dipanggil Philip. Sementara itu, Murasman membantah bahwa SMS gelap itu dari timnya, malah dia mengharap agar masyarakat Kota Sungai Penuh bisa memilih, karena 60 ribu mata pilih 5 kecamatan dalam Kota Sungai Penuh berbalik arah mendukung dirinya, kata kandidat Bupati Kerinci yang diusung PPP dan PBR itu.“Kota Sungai Penuh ikut memilih atau tidak adalah wewenang KPUD. SMS gelap itu tidah benar. Kami mengecam keras oknum mengatasnamakan tim MR. Kita sudah menyerahkan semuanya kepada KPUD. Bagi kita masyarakat kota mimilih tetap akan menguntungkan kita,” jelas Murasman.
Kapolres Kerinci AKBP, Drs. Sunarwan Sumirat ditanya soal SMS gelap mengatakan, polisi telah menerima laporan dari KPUD terkait SMS gelap itu, dan pihaknya akan berkoordinasi dengan Telkom untuk melacak nomor tersebut. “SMS itu mungkin kerja orang iseng untuk memancing keributan, namun demikian kita tetap berkordinasi dengan Telkom untuk mengusut siapa pelakunya,” sebut Kapolres. Ree

Tidak ada komentar:
Posting Komentar