Kamis, 15 Mei 2008

Diduga Oknum TNI Bentrok dengan Polisi

Hadang BB Gula Tangkapan Polres Tanjabbar

Jambi, AP – Belasan lelaki berbadan tegap dan memilik senpi, dengan pakaian sipil, yang di dug
a oknum anggota TNI, kemarin bentrok dengan beberapa anggota polisi, di Jalan Lingkar Selatan I, depan gudang Cocacola, sekitar pukul 12.30 WIB.
Bentrok yang nyaris berujung baku tembak itu, diawali dengan aksi pencegatan sejumlah lelaki berbadan tegap, terhadap empat truk tronton yang sedang melintas di TKP, dengan kawalan beberapa anggota polisi, yang membawa ribuan ton gula illegal, tangkapan Polres Tanjabbar. Empat tronton itu, membawa gula selundupan, setelah ditangkap satuan reskrim Polres Tanjabbar dan untuk selanjutnya kasus tersebut menurut rencana akan diserahkan ke Mapolda Jambi.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun di tempat kejadian perkara, kejadian itu, bermula satu mobil mereka Isuzu Phanter, mengejar truk yang sedang membawa gula sitaan.
Persis di depan gudang Coca Cola, atau di daerah Jerambah Bolong, mobil phanter yang di dalamnya diduga berisi delapan lelaki berbadan tegap, langsung menghentikan truk.
Begitu berhenti, penumpang mobil phanter, langsung memaksa mobil truk, berbalik arah, menuju salah gudang yang ada Paal 5.

Karena barang sitaan tersebut dikawal oleh sejumlah polisi, maka terjadilah pertengkaran, yang nyaris menyulut baku tembak.

Kekuatan tak imbang, polisi yang mengawal truk terpaksa membiarkan mobil tersebut berbalik arah dan tidak jadi ke Mapolda.

Tidak beberapa lama kemudian, polisi pengawal truk barang bukti, langsung menghubungi piket jaga reskrim polda. Berselang beberapa saat kemudian, belasan anggota reskrim dan densus 88 Polda Jambi, meluncur ke TKP.

Setelah melakukan pencarian beberapa jam, akhirnya truk dan barang bukti gula selundupan, ditemukan di gudang Sri Murti, RT 6, Kelurahan Paal 5 Kota Baru.
Ketika ditemukan, gula yang berada di dalam truk tersebut sebagian sudah dipindahkan ke dalam gudang.

Suasana sekitar gudang tersebut sempat ramai. Dandim Batanghari, Lelkol Inf Sitorus, dan beberapa anggota lainnnya berada di gudang tersebut. ‘’Saya kesini mau cek, apa benar ada anggota TNI yang terlibat’’ujarnya.

Dia mengaku belum mengetahui pasti, jika ada anggota TNI yang terlibat.

Kaden 88, AKBP Patrigue, yang berada di TKP, membenarkan kejadian tersebut. Namun, soal keterlibatan anggota TNI, dia mengaku belum tahu.

Sementara itu, sumber yang layak dipercaya menjelaskan, gula selundupan tersebut milik Krt, yang bekerjasama dengan Yy.

Sampai berita ini ditulis,barang bukti ribuan ton gula illegal tersebut, dijaga ketat petugas, yang bekerjasama dengan anggota TNI.
Menurut rencananya, gula selundupan tersebut akan segera dipindahkan ke polda. Sedangkan, sopir tronton sampai saat ini masih dikejar.(don)

Tidak ada komentar: