Rabu, 21 Mei 2008

Wartawan Tidak Beretika Rusak Citra PWI

Mursyid Songsang Pimpin PWI Jambi

Jambi, AP-- Wartawan yang tidak beretika dan bermartabat yang melakukan profesi kewartawanan di Provinsi Jambi, dapat merusak citra organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) secara keseluruhan.

"Saya mendukung wartawan yang melaksanakan tugas sebagai alat kontrol sosial dengan baik dan benar, beretika, profesional dan bermartabat," ungkap Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin ketika membuka Konfercab PWI Jambi, Selasa malam.

Seperti adanya laporan wartawan yang "menyandera" kapal yang berlayar di Sungai Batanghari, menurut Gubernur Zulkifli Nurdin itu bukan tugas wartawan melainkan tugasnya aparat keamanan.

Ternyata setelah diselidiki oknum yang melakukan tugasnya sebagai wartawan itu bukan anggota PWI, sebagai organisasi pers tertua yang diakui pemerintah, kata Ketua PWI Cabang Jambi Syamsuddin Noor.

Ia juga menyatakan siap dikritik dan diberi masukan tentang berbagai hal tugasnya sebagai gubernur, namun kritik yang diminta kritik membangun, sehat dan tidak ada fitnah atau niat buruk karena bertentangan dengan kode etik wartawan.

Gubernur yang terlihat cukup ceria pada acara tersebut, juga mendukung regenerasi di tubuh organisasi PWI Cabang Jambi dan memuji H Syamsuddin Noor yang selama dua priode menjadi Ketua PWI Jambi tidak pernah merepotkan dirinya.

Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azam yang hadir bersama Asro Kamal Rokan (Wkl Ketua Advokasi PWI Pusat), menyatakan 100 tahun Kebangkitan Nasional juga merupakan kebangkitan pers, karena banyaknya tokoh pers yang menjadi pemimpin Indonesia.

Sebut saja beberapa tokoh pahlawan nasional seperti Budi Utomo, Pandu Kartawiguna dan Adam Malik (pendiri KANTOR Berita ANTARA, Bung Hatta, Manai Sophiaan hingga mantan Wakil Presiden Hamzah Haz dan Wakil Presiden Yusuf Kalla dan lainnya. Ree/arm/sud/ant

Tidak ada komentar: