Minggu, 25 Mei 2008

Camat Betara Salah Besar

Terkat Perintah Penurunan Bendera Parpol

Kulalatungkal, AP—Penurunan bendera Partai Politik (Parpol) di Kecamatan Betara oleh camat Betara Saysmul Juhari yang memerintahkan RT mendapat tangapan keras dari Pemerhati Politik Provinsi Jambi, Nasrul Yasir. Ia menilai, sikap camat Kecamatan Betara tersebut salah besar. Soalnya, tidak ada hak camat untuk menurunkan bendera Parpol.
“Camat Betara yang memerintahkan RT menurunkan bendera parpol di Kecamatan Betara itu sudah tidak benar lagi. Ini salah besar. Tidak hak dia menyuruh RT menurunkan bedera Parpol di depan rumah warga. Perlu diketahui, setiap Paprol dilindungi undang-undang. Jadi jangan sembarangan,” tegas Nasrul Yasir kepada koran ini kemarin.
Ia menegaskan, sesuai dengan undang, sepanjang Paprol itu tidak meganggu fasilitas umum tidak mejadi persoalan. Lain halnya apabila bendera paprol di pasang di depan Sekolah atau Masjid. Tapi, apabila ada bendera Parpol dipasang depan rumah warga atau pengurus partai katanya sah-sah saja.
“Apa kewenangan camat mau menurunkan bendera Paprol yang notabene dilindungi undang-undang. Ini camatnya tidak mengerti atau bagaimana. Bendera Paprol-kan tidak menggangu fasilitas umum. Kecuali sampah,” tandasnya.
Sikap camat Betara yang dinilai Nasrul terlalu over acting ini, ia minta bupati Tanjab Barat untuk memberi teguran terhadap camat Betara Syamsul Juhari tersebut. Jangan sampai katanya, akibat ulah bawahannya, nama baik Pemkab Tanjab Barat menjadi tercemar.“Secara institusi, bupati wajib memberi teguran terhadap camat Betara ini. Kok beraninya, ia memerintahkan RT menurunkan bendera Parpol,” pinta Nasrul.
Seperti diketahui, mencuatnya perbuatan camat yang memerintahkan RT untuk menurunkan bendera Parpol di Kecamatan Betara, setelah pengurus Kecamatan Betara Partai Demoktrasi Kebangsaan (PDK), Gantek memprotes keras kebijakan camat Betara yang memeritah RT untuk menurunkan bendera PDK di depan rumahnya.Katanya, sikap camat Betara memerintahkan bawahannya untuk menurunkan bendera parpol tidak memiliki alasan yang tepat. Makanya, Gantek sebagai pengurus partai PDK, tidak terima sikap yang ditunjukan camat Betara itu. “Tanpa ada alasan yang jelas, Camat Betara memerintahkan RT untuk menurunkan bendera partai PDK. Apa dasarnya,” tanya Gantek.
Permintaan diturunkannya bendera PDK itu terjadi pada hari Senin (19/5). Saat itu Ketua Rt 26 bernama Husin memeritahkan anak buahnya agar bendera PDK yang terpasang di depan rumahnya untuk diturunkan. Saat itu kata Gantek, ia sedang tidak berada di rumah. Anak buah Husin yang tidak diketahui namanya minta agar bendera segera diturunkan, dengan alasan penertiban agar Kecamatan Betara lebih tertata rapi. Alasan lain, karena PDK tidak memiliki papan merek partai atau sekertariat.
“Saya terus terang, tidak akan saya turunkan. Sikap camat Betara ini terlalu berlebih-lebih,” tuturnya . Camat Betara, Syamsul Juhari saat dikonfrimasi sebelumnya, mengaku memang telah memberi pembinaan kepada RT untuk menertibkan semua bendera parpol di Kecamatan Betara. Alasan penertiban itu kata Syamsul demi keindahan Kecamatan Betara agar lebih indah dan rapi dipandang. (mad)



Tidak ada komentar: