Minggu, 25 Mei 2008

Warga Tanjabtim, Kesulitan Air Bersih

Jambi, AP - Penduduk yang tinggal di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi menyatakan amat mengeluhkan sulitnya mengonsumsi air bersih sehat terutama untuk minum dan mengolah makanan. Keluhan itu disampaikan beberapa penduduk yang mengaku dari Tanjabtim ketika menyaksikan pameran hasil kerajinan daerah itu, di arena MTQ ke-38 tingkat Provinsi Jambi, di Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jumat. Seorang warga bernama
Aswan (48) yang tinggal di Muara Sabak, Tanjabtim, mengatakan persediaan air hujan yang selama ini diandalkan para warga untuk air minum, makan dan mandi sudah habis atau kering sama sekali. Warga terpaksa menyaring air parit atau air dari irigasi sawah yang warnanya keruh dan hitam, tidak hanya untuk mencuci, mandi, tetapi digunakan air minum dan makan. Bupati Tanjabtim, Abdullah Hich mengakui problem masyarakat daerah itu masih sulitnya mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi dan warga umumnya masih mengandalkan air bersih dari menampung air hujan.
Pada saat kunjungan Mendagri, Mardiyanto ke Kabupaten yang daerahnya dikelilingi laut dan hutan gambut berair payo baru-baru ini, masalah air bersih itu juga disampaikan oleh bupati. Pemerintah Kabupaten Tanjabtim,
menurut Abdullah Hich pada akhir tahun 2008 akan membangun sarana air bersih dan setidaknya dibutuhkan dana Rp 180 miliar untuk melayani air bersih masyarakat. Sebenarnya air bersih sudah ada tapi hanya untuk mandi dan cuci, belum untuk minum, karena tingkat asam dan kadar besinya masih tinggi. Kesulitan air bersih itu tidak hanya dialami masyarakat umum, tetapi juga para pejabat termasuk di rumah dinas Bupati Tanjabtim yang bila turun hujan para pembantunya sibuk menampung air hujan untuk disimpan ke dalam bak. (dra)

Tidak ada komentar: