Jambi, AP-Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin yang memangku gelar Batak Djaiutan Mangaraja mendapat kehormatan dari masyarakat Jambi asal Tano Batak dengan penyematan Ulos Si Bulang-bulangi. Ulos tersebut merupakan lambang pernghargaan tertinggi Budaya Adat Batak.
Penyematan ulos kepada Djaiutan Mangaraja itu diberikan oleh Ketua-ketua Puak Batak ( Toba, Simalungun, Karo, Tapanuli Selatan dan Puak Pakpak) dan Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) Provinsi Jambi. Pemberian ulos Si Bulang-bulangi dan ulos "Holong" (kasih) diprakarsai oleh LBBJ Provinsi Jambi yang di ketuai Drs Rahmat Derita Harahap dan Sekretaris Ir Bernhard Panjaitan MM. Pemberian ulos itu dilaksanakan pada acara "Pesta Semalam di Bona Pasogit" (semalam dikampung halaman) yang berlangsung di rumah pribadi Zulkifli Nurdin di Kampung Manggis, Pasar Jambi, Sabtu (24/5) malam.
Puluhan Tokoh Masyarakat Batak dari lima puak hadir pada acara tersebut. Selain itu, sekitar 9000 masyarakat Batak dari lima puak juga membanjiri rumah pribadi Zulkifli Nurdin.Menurut
Ketua Panitia Pelaksana Ir Bernhard Panjaitan MM, munculnya ide pemberian ulos itu kepada Gubernur Jambi, didasari atas kerinduan Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin terhadap masyarakat Batak di Jambi.Sejak dinobatkan gelar kehormatan Djaiutan Mangaraja (Raja Panutan) oleh masyarakat Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Karo, Nias, Mandailing, Tapsel yang tergabung dalam organisasi Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) 7 September 2003 lalu, kerinduan Zulkifli Nurdin yang sudah mengayomi masyarakat jambi khususnya asal tano batak selama dua kali periode sebagai Gubernur Jambi.
"Beliau mengundang kami untuk bersilaturahmi dan bertatap muka bersama warga Jambi asal Tanah Batak. Kami semua telah merasakan selama ini bahwa Bapak Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin betapa menganyomi kami sehingga kami mengalami hidup di Jambi ini benar-benar dalam suasana tentram dan damai dapat berdampingan dengan etnis lainnya,"kata Panjaitan.
Disebutkan, masyarakat Batak sangat merasakan dan terus menerus menyaksikan bahwa Djaiutan Mangaraja senantiasa memperkukuh semangat kebersamaan dalam menciptakan kerukunan umat beragama di Provinsi Jambi."Kami juga sangat merasakan pengayoman yang Bapak Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin berikan yaitu ketika dengan tulus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat Batak untuk bersama berkumpul di berbagai kegiatan adat yang dilakukan warga Jambi asal Batak,"ujarnya.
Menurut Bernhard Panjaitan yang kini menjabat Sekjen LBBJ Provinsi Jambi ini, atas dasar itu warga Jambi asal tano Batak dari bermacam-macam puak telah bersepakat memberikan penganugerahan Ulos Si Bulang-Bulang sebagai penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin pada acara
"Semalam di Bona Pasogit".Disebutkan, bersama dengan peringatan 100 tahun hari Kebangkitan Nasional, Panjaitan mengajak masyarakat Batak di Jambi lebih meningkatkan rasa persaudaraan yaitu sikap saling peduli dan "Holong" (kasih) serta saling menghormati diantara umat khususnya warga Jambi lainnya."Dari bumi Sakti Alam Kerinci Sungai Penuh, tiba di bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung Muara Sabak. Dari lubuk hati sanubari mengharap penuh, kiranya Djaiutan Mangaraja H Zulkifli Nurdin bersenandung bersama kami puak Batak,
"demikian pantun Melayu Bernhard Panjaitan mengakhiri sambutannya.Dasar Pemberian UlosSementara itu, Tokoh Puak Toba OM Simangunsong BSc mengatakan, dasar pemberian ulos Bulang Bulang dari masyarakat Batak yang berada di Jambi kepada Zulkifli Nurdin antara lain, pribadi yang memiliki kapasitas, kapabilitas, kompetensi, profesionalme dan NKRI, orang terkenal, terbuka menerima lapisan masyarakat tapa membedabedakan suku, ras agama dan daerah, merakyat (populis).
Kemudian parpintu nabungka-nahum gok, paramak na bolak sobalunon, parsangkalan sora mahiang partaring sora mintop yang artinya bijaksana, taqwa,beriman, bicaranya sopan dan terarah berdasarkan aturan hukum dan adat istiadat.Parhata sora leleng yang artinya sosok yang menghormati dan dihormati, melayani dan dilayani. Masipasangapan, artinya, wawasan luas berhati lapang, tepo seliro penuh toleransi, penuntasan persoalan yang semrawut, penjernih air yang keruh, mengambil keputusan berdasarkan kebenaran dan keadilan tanpa memihak.
Dasar lain pemberian Ulos Bulang-Bulang kepada H Zulkifli Nurdin, kata Simangunsong yakni sitiop dasing nasora teleng, sitiop hatian na sora miling, hariara nabolon pangunsandean sihor sihor raja nabolon sibahen uhum natigor, yang artinya pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) termasuk Sepucuk jambi Sembilan Lurah dan Bhineka Tunggal Ika.dra

Tidak ada komentar:
Posting Komentar