Terkait UN Bidang Study Matematika Hari ini
Muarasabak, AP - Ujian Nasional (UN) siswa SMP dan MTs berjalan mulus. dari 2.736 siswa yang mengikuti UN kemarin, masih ditemukan sejumlah siswa yang tidak mengikuti ujian dengan alasan berhenti atau tanpa keterangan.
Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur, Suparno membenarkan sejumlah siswa yang tidak mengikuti UN pertama tersebut dengan alasan telah menikah atau berhenti. Data yang dihimpunnya dari pemantauannya di SMPN 1 Geragai dan MTs Nurul Huda terungkap, sepuluh orang siswa tidak mengikuti UN karena alasan berhenti dan telah menikah.
‘’Dari pemantauan kami di dua sekolah itu, memang ada sejumlah siswa yang tidak mengikuti UN. Bukan karena sakit atau alasan berhalangan hadir, namun karena mereka sebagian ada yang telah pulang ke Jawa dan ada juga yang telah menikah serta tidak lagi melanjutkan sekolahnya,’’ kata Suparno.
Sama seperti pelaksanaan UN SMA sederajat pekan lalu, sejumlah personil Polres Tanjab Timur dan Tim Pemantau Independen pun turut mengawal pelaksanaan UN pertama, kemarin.
Dalam proses pendistribusian soal yang telah dilaksanakan sejak Minggu (4/5) lalu pun berjalan lancar. Sejumlah kepala sekolah menjemput soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) di Kantor Diknas Tanjab Timur atau sekretariat UN. Khusus sekolah yang berada cukup jauh dari sekretariat UN, mengambil lembaran soal dan LJUN satu hari sebelum pelaksanaan UN.
‘’Kalau yang jauh seperti sekolah di Kecamatan Nipah Panjang, Rantau Rasau, Kecamatan Sadu soal dan LJUN dititipkan di Polsek terdekat,’’ ungkapnya.
Pekerjaan panitia UN dan Kepsek pun tidak berhenti disitu saja. Setelah pelaksanaan UN yang dijadwalkan dari pukul 08.00 hingga 10.00 wib kemarin, para kepsek dan panitia pun harus mengantar LJUN ke sekretariat UN. Selanjutnya, LJUN tersebut akan di bawa ke Diknas Provinsi Jambi oleh tim dari provinsi. Khusus untuk sekolah di Kecamatan Mendahara Ilir, karena memiliki jarak tempuh yang cukup jauh, LJUN dikumpulkan di Polsek setempat.
‘’Nanti akan disepakati dengan TPI, apakah dititipkan di Polsek atau di tempat yang dianggap paling aman,’’ tuturnya.
UN siswa SMP ini dijadwalkan akan dilaksanakan selama empat hari. Besok (hari ini,red) kata Suparno, siswa akan mendapat materi ujian bidang study Matematika. Seperti sebelumnya, siswa pun tidak diperkenankan membawa kalkulator atau Hand Phone (HP) atau sejenisnya. Siswa akan dibantu dengan kertas kosong sebagai wadah tempat siswa menghitung dalam menjawab sejumlah soal yang diberikan.
‘’Tidak hanya mata uji Matematika, mata uji lainnya siswa tidak diperkenankan membawanya ke dalam ruang ujian,’’ tandasnya. (har)
Muarasabak, AP - Ujian Nasional (UN) siswa SMP dan MTs berjalan mulus. dari 2.736 siswa yang mengikuti UN kemarin, masih ditemukan sejumlah siswa yang tidak mengikuti ujian dengan alasan berhenti atau tanpa keterangan.
Kepala Dinas Pendidikan Tanjab Timur, Suparno membenarkan sejumlah siswa yang tidak mengikuti UN pertama tersebut dengan alasan telah menikah atau berhenti. Data yang dihimpunnya dari pemantauannya di SMPN 1 Geragai dan MTs Nurul Huda terungkap, sepuluh orang siswa tidak mengikuti UN karena alasan berhenti dan telah menikah.
‘’Dari pemantauan kami di dua sekolah itu, memang ada sejumlah siswa yang tidak mengikuti UN. Bukan karena sakit atau alasan berhalangan hadir, namun karena mereka sebagian ada yang telah pulang ke Jawa dan ada juga yang telah menikah serta tidak lagi melanjutkan sekolahnya,’’ kata Suparno.
Sama seperti pelaksanaan UN SMA sederajat pekan lalu, sejumlah personil Polres Tanjab Timur dan Tim Pemantau Independen pun turut mengawal pelaksanaan UN pertama, kemarin.
Dalam proses pendistribusian soal yang telah dilaksanakan sejak Minggu (4/5) lalu pun berjalan lancar. Sejumlah kepala sekolah menjemput soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) di Kantor Diknas Tanjab Timur atau sekretariat UN. Khusus sekolah yang berada cukup jauh dari sekretariat UN, mengambil lembaran soal dan LJUN satu hari sebelum pelaksanaan UN.
‘’Kalau yang jauh seperti sekolah di Kecamatan Nipah Panjang, Rantau Rasau, Kecamatan Sadu soal dan LJUN dititipkan di Polsek terdekat,’’ ungkapnya.
Pekerjaan panitia UN dan Kepsek pun tidak berhenti disitu saja. Setelah pelaksanaan UN yang dijadwalkan dari pukul 08.00 hingga 10.00 wib kemarin, para kepsek dan panitia pun harus mengantar LJUN ke sekretariat UN. Selanjutnya, LJUN tersebut akan di bawa ke Diknas Provinsi Jambi oleh tim dari provinsi. Khusus untuk sekolah di Kecamatan Mendahara Ilir, karena memiliki jarak tempuh yang cukup jauh, LJUN dikumpulkan di Polsek setempat.
‘’Nanti akan disepakati dengan TPI, apakah dititipkan di Polsek atau di tempat yang dianggap paling aman,’’ tuturnya.
UN siswa SMP ini dijadwalkan akan dilaksanakan selama empat hari. Besok (hari ini,red) kata Suparno, siswa akan mendapat materi ujian bidang study Matematika. Seperti sebelumnya, siswa pun tidak diperkenankan membawa kalkulator atau Hand Phone (HP) atau sejenisnya. Siswa akan dibantu dengan kertas kosong sebagai wadah tempat siswa menghitung dalam menjawab sejumlah soal yang diberikan.
‘’Tidak hanya mata uji Matematika, mata uji lainnya siswa tidak diperkenankan membawanya ke dalam ruang ujian,’’ tandasnya. (har)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar