Jambi, AP - Dinas Pendidikan Provinsi Jambi membentuk pengawas "siluman" guna mengatasi kebocoran dan pelanggaran tatatertib pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTP yang dimulai pada Senin 5 Mei 2008. "Pelaksanan UN mulai dari tahap persiapan atau pendistribusian soal hingga pelaksanaan dan pemeriksaan hasilnya dijaga ketat dengan melibatkan aparat keamanan dan tim pengawas siluman," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Rahmat Derita di Jambi, Senin.
Peserta UN tingkat SLTP di Provinsi Jambi diikuti 47.000 lebih peserta, terbanyak di Kota Jambi 17.419 peserta meliputi SMP sederajat 8.739 orang, SMP negeri (5.052), SMP swasta (1.897), MTS negeri (828) dan MTS swasta sebanyak 903 orang. Pada waktu pelaksanaan pengawasan terhadap siswa juga dilakukan super ketat dan tidak boleh membawa telepon genggam masuk ke dalam ruang ujian.
Pengawasan juga dilakukan terhadap guru pengawas yang dilakukan dengan sistim terselubung oleh tim pengawas siluman sebanyak 97 orang tersebar di Kota jambi dan sembilan kabupaten. Tindakan tegas tidak saja pada siswa yang kedapatan melanggar aturan, tapi juga guru dan kepala sekolah mulai dari sanksi ringan hingga ke pengadilan. Anggota tim pengawas siluman itu adalah orang dalam dari Dinas Pendidikan setempat, agar tidak diketahui dan dicurigai oleh guru, siswa atau pihak sekolah.(ant/dey)
Senin, 05 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar