Jambi, AP- Dinas Peternakan Provinsi Jambi mengajak warga di daerah itu mengembangkan ternak sebagai usaha pokok atau bukan sampingan, guna meningkatkan pendapatan sekaligus untuk memenuhi kecukupan daging yang ditargetkan terwujud pada 2012.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi, Natres Ulfi di Jambi, mengatakan, sebagian besar warga menjadikan usaha ternak sebagai usaha sampingan, sehingga hewan yang dipeliharanya tidak diurus dan dirawat dengan baik. Petani dan warga, terutama di pedesaan memiliki ternak yang tidak sedikit, seperti kambing, sapi dan kerbau, tapi tidak dipelihara dengan baik, bahkan dibiarkan di alam bebas, padahal bila dipelihara dan dirawat dengan telaten juga mampu memberikan penghasilan.
Hampir di semua daerah, kota dan sembilan kabupaten dalam Provinsi Jambi berpotensi bagi pengembangan ternak hewan besar termasuk juga unggas.
Jambi setiap tahun masih mendatangkan 25.000 ekor sapi dari luar daerah, kerbau 10.000 ekor dan kambing 22.528 ekor. Untuk komsumsi sapi mencapai 2.740.171 kg/tahun, kerbau 1.842.352 kg, dan kambing 292.515 kg, dan itu bisa dipenuhi dengan mengandalkan pasokan dari luar daerah. Sementara untuk tingkat produksi atau populasi hewan besar lokal, sapi mencapai 147.928 ekor, kerbau 68.170 ekor dan kambing 132.380 ekor per tahun. Selain menjadikan usaha pokok, upaya memacu peningkatan populasi atau produksi ternak, para peternak juga dibina mengelola usaha peternakan secara modern dan professional.(ant)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar