Minggu, 24 Agustus 2008

Pilwako Jambi Harus Jadi Panutan Daerah Lain

Jambi, AP -Pemilihan walikota (Pilwako) Jambi yang berlangsung Rabu (20/8) harus menjadi penutan untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di kabupaten lainnya dalam Provinsi Jambi secara dewasa.

Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin usai menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 01 Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, mengatakan, masih banyak kekurangan terjadi dalam Pilwako Jambi yang baru pertama kali dilakukan secara langsung oleh masyarakat.

Kekurangan itu di antaranya, masih banyak warga yang betul-betul ada atau berdomisili dalam wilayah Kota Jambi tidak terdaftar, dan sebaliknya warga yang berdomisili di daerah lain atau kabupaten terdekat berbatasan dengan kota terdaftar sebagai pemilih.

"Bahkan yang lebih ekstrim keluarga dekat saya tujuh orang tidak terdaftar sebagai pemilih, padahal domisili mereka jelas dilengkapi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP)," katanya.

Banyaknya warg yang tidak terdaftar itu tidak diketahui pasti, apakah disengaja oleh orang-orang tertentu untuk memenangkan salah satu kandidat, namun yang pasti itu bukan sifat dewasa dalam berpolitik.

Kendati masalah warga yang tidak terdaftar sebagai pemilih sudah diselesaikan dengan cara menunjukkan KTP dan KK yang diterbitkan Februari 2008 ke petugas TPS untuk menggunakan haknya, namun hal itu perlu menjadi catatan dan perhatian untuk Pilkada di kabupaten lainnya.

Pada Oktober 2008 Kabupaten Kerinci juga akan melaksanakan Pilkada, untuk itu KPU setempat diminta tegas dan adil, jangan sampai warga dalam menggunakan hak pilihnya terabaikan.
Pilwako Jambi diikuti empat pasang kandidat masing-masing Zulkifli Somad-Agus Roni, Sutrisno-Efendi Hatta, Bambang-Sum Indra dan Asnawi-Nuzul Prakasa.dra

Tidak ada komentar: