Ribuan Warga Belum Dapat Kartu Pemilih
Jambi, AP- Banyak warga Kota Jambi belum terdaftar atau mendapatkan kartu pemilih sehari menjelang pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako) setempat atau pada Rabu (20/8). Salah seorang kandidat yang diusung koalisi Partai Golkar, PKS, dan PDS, Drs H Asnawi AB di Jambi, Selasa mengakui hal itu banyak mendapat laporan dari warga. "Amat saya sayangkan masalah itu, KPU Kota Jambi harus meningkatkan kinerja dan mengecek ulang kembali hingga tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK)," ujarnya. Asnawi mantan Sekda Kota Jambi bersama tim suksesnya, Senin malam (18/8) mengecek ke sejumlah kantor lurah untuk mencocokkan data penduduk dan pemilih yang ditetapkan dari hasil verifikasi faktual KPU. KPU Kota Jambi bertanggungjawab atas masalah itu, sebab akan menghilangkan hak pilih atau hak politik masyarakat. Sementara itu, salah seorang pejabat Sekretariat KPU Kota Jambi, Abu Markis menjelaskan, pihaknya kini sedang melakukan penajaman kerja lapangan, seperti masalah kartu pemilih, surat suara, kotak suara, dan logistik lainnya. "Sampai hari ini semua logistik Pilwako sudah didistribusikan hampir 90 persen. Mungkin sebagian belum sampai. Pendistribusian itu akan kami cek lagi," katanya. KPU menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 360.445 orang dari total jumlah penduduk di delapan kecamatan sebanyak 527.405 jiwa, serta 820 tempat pemungutan suara (TPS), dan 11 TPS khusus seperti Panti Jompo, Rumah Sakit, dan Lembaga Pemasyarakatan (LP). Pada Pilwako Jambi periode 2008-2012, empat kandidat akan bertarung yaitu pasangan Zulkifli Somad-Agus S Roni yang didukung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Bintang Reformasi (PBR), serta Sutrisno-Efendi Hatta (Partai Demokrat). Dua pasangan lainnya yang diprediksi akan bersaing ketat memenangkan Pilwako Jambi, yaitu Bambang-Sum Indra yang didukung koalisi Partai Amanat Nasional (PAN), PPP, PBB, dan PNI Marheins, serta Asnawi AB-Nuzul Prakasa (Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera/PKS, dan Partai Damai Sejahtera/PDS).draJambi, AP- Banyak warga Kota Jambi belum terdaftar atau mendapatkan kartu pemilih sehari menjelang pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako) setempat atau pada Rabu (20/8). Salah seorang kandidat yang diusung koalisi Partai Golkar, PKS, dan PDS, Drs H Asnawi AB di Jambi, Selasa mengakui hal itu banyak mendapat laporan dari warga. "Amat saya sayangkan masalah itu, KPU Kota Jambi harus meningkatkan kinerja dan mengecek ulang kembali hingga tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK)," ujarnya. Asnawi mantan Sekda Kota Jambi bersama tim suksesnya, Senin malam (18/8) mengecek ke sejumlah kantor lurah untuk mencocokkan data penduduk dan pemilih yang ditetapkan dari hasil verifikasi faktual KPU. KPU Kota Jambi bertanggungjawab atas masalah itu, sebab akan menghilangkan hak pilih atau hak politik masyarakat. Sementara itu, salah seorang pejabat Sekretariat KPU Kota Jambi, Abu Markis menjelaskan, pihaknya kini sedang melakukan penajaman kerja lapangan, seperti masalah kartu pemilih, surat suara, kotak suara, dan logistik lainnya. "Sampai hari ini semua logistik Pilwako sudah didistribusikan hampir 90 persen. Mungkin sebagian belum sampai. Pendistribusian itu akan kami cek lagi," katanya. KPU menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 360.445 orang dari total jumlah penduduk di delapan kecamatan sebanyak 527.405 jiwa, serta 820 tempat pemungutan suara (TPS), dan 11 TPS khusus seperti Panti Jompo, Rumah Sakit, dan Lembaga Pemasyarakatan (LP). Pada Pilwako Jambi periode 2008-2012, empat kandidat akan bertarung yaitu pasangan Zulkifli Somad-Agus S Roni yang didukung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Bintang Reformasi (PBR), serta Sutrisno-Efendi Hatta (Partai Demokrat). Dua pasangan lainnya yang diprediksi akan bersaing ketat memenangkan Pilwako Jambi, yaitu Bambang-Sum Indra yang didukung koalisi Partai Amanat Nasional (PAN), PPP, PBB, dan PNI Marheins, serta Asnawi AB-Nuzul Prakasa (Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera/PKS, dan Partai Damai Sejahtera/PDS).dra
Jambi, AP- Banyak warga Kota Jambi belum terdaftar atau mendapatkan kartu pemilih sehari menjelang pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako) setempat atau pada Rabu (20/8). Salah seorang kandidat yang diusung koalisi Partai Golkar, PKS, dan PDS, Drs H Asnawi AB di Jambi, Selasa mengakui hal itu banyak mendapat laporan dari warga. "Amat saya sayangkan masalah itu, KPU Kota Jambi harus meningkatkan kinerja dan mengecek ulang kembali hingga tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK)," ujarnya. Asnawi mantan Sekda Kota Jambi bersama tim suksesnya, Senin malam (18/8) mengecek ke sejumlah kantor lurah untuk mencocokkan data penduduk dan pemilih yang ditetapkan dari hasil verifikasi faktual KPU. KPU Kota Jambi bertanggungjawab atas masalah itu, sebab akan menghilangkan hak pilih atau hak politik masyarakat. Sementara itu, salah seorang pejabat Sekretariat KPU Kota Jambi, Abu Markis menjelaskan, pihaknya kini sedang melakukan penajaman kerja lapangan, seperti masalah kartu pemilih, surat suara, kotak suara, dan logistik lainnya. "Sampai hari ini semua logistik Pilwako sudah didistribusikan hampir 90 persen. Mungkin sebagian belum sampai. Pendistribusian itu akan kami cek lagi," katanya. KPU menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 360.445 orang dari total jumlah penduduk di delapan kecamatan sebanyak 527.405 jiwa, serta 820 tempat pemungutan suara (TPS), dan 11 TPS khusus seperti Panti Jompo, Rumah Sakit, dan Lembaga Pemasyarakatan (LP). Pada Pilwako Jambi periode 2008-2012, empat kandidat akan bertarung yaitu pasangan Zulkifli Somad-Agus S Roni yang didukung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Bintang Reformasi (PBR), serta Sutrisno-Efendi Hatta (Partai Demokrat). Dua pasangan lainnya yang diprediksi akan bersaing ketat memenangkan Pilwako Jambi, yaitu Bambang-Sum Indra yang didukung koalisi Partai Amanat Nasional (PAN), PPP, PBB, dan PNI Marheins, serta Asnawi AB-Nuzul Prakasa (Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera/PKS, dan Partai Damai Sejahtera/PDS).draJambi, AP- Banyak warga Kota Jambi belum terdaftar atau mendapatkan kartu pemilih sehari menjelang pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako) setempat atau pada Rabu (20/8). Salah seorang kandidat yang diusung koalisi Partai Golkar, PKS, dan PDS, Drs H Asnawi AB di Jambi, Selasa mengakui hal itu banyak mendapat laporan dari warga. "Amat saya sayangkan masalah itu, KPU Kota Jambi harus meningkatkan kinerja dan mengecek ulang kembali hingga tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK)," ujarnya. Asnawi mantan Sekda Kota Jambi bersama tim suksesnya, Senin malam (18/8) mengecek ke sejumlah kantor lurah untuk mencocokkan data penduduk dan pemilih yang ditetapkan dari hasil verifikasi faktual KPU. KPU Kota Jambi bertanggungjawab atas masalah itu, sebab akan menghilangkan hak pilih atau hak politik masyarakat. Sementara itu, salah seorang pejabat Sekretariat KPU Kota Jambi, Abu Markis menjelaskan, pihaknya kini sedang melakukan penajaman kerja lapangan, seperti masalah kartu pemilih, surat suara, kotak suara, dan logistik lainnya. "Sampai hari ini semua logistik Pilwako sudah didistribusikan hampir 90 persen. Mungkin sebagian belum sampai. Pendistribusian itu akan kami cek lagi," katanya. KPU menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 360.445 orang dari total jumlah penduduk di delapan kecamatan sebanyak 527.405 jiwa, serta 820 tempat pemungutan suara (TPS), dan 11 TPS khusus seperti Panti Jompo, Rumah Sakit, dan Lembaga Pemasyarakatan (LP). Pada Pilwako Jambi periode 2008-2012, empat kandidat akan bertarung yaitu pasangan Zulkifli Somad-Agus S Roni yang didukung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Bintang Reformasi (PBR), serta Sutrisno-Efendi Hatta (Partai Demokrat). Dua pasangan lainnya yang diprediksi akan bersaing ketat memenangkan Pilwako Jambi, yaitu Bambang-Sum Indra yang didukung koalisi Partai Amanat Nasional (PAN), PPP, PBB, dan PNI Marheins, serta Asnawi AB-Nuzul Prakasa (Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera/PKS, dan Partai Damai Sejahtera/PDS).dra

1 komentar:
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut
Posting Komentar